Memilih Nasi Putih atau Nasi Merah?

nasi merah putihSaat ini berkembang informasi di masyarakat tentang “hindarilah nasi putih, sebab nasi putih akan mengakibatkan berbagai masalah kesehatan seperti kegemukan, diabetes, dan lainnya”. Banyak orang cenderung untuk memilih nasi merah (Brown Rice) sebagai alternatif pilihan selain nasi putih, tanpa mempelajari lebih dulu apakah nasi merah yang dimaksud itu benar berbeda dengan nasi putih yang biasa kita konsumsi?

Kami melakukan penelitian yang membandingkan indeks glikemik, yaitu suatu pemeriksaan yang mengukur seberapa besar pengaruh satu jenis makanan akan meningkatkan gula darah dalam kurun waktu tertentu, antara nasi putih dengan nasi merah yang biasa dijual di pasaran. Hasilnya dilaporkan bahwa tidak ada perbedaan indeks glikemik antara nasi putih dengan nasi merah, dan indeks glikemik keduanya tinggi yaitu di atas 90.

Ada sedikit salah kaprah mengenai nasi merah yang dimaksud kebanyakan orang, sebagai terjemahan langsung dari kata yang berasal dari bahasa inggris disebut dengan brown rice. Brown rice dalam bahasa Indonesia adalah beras pecah kulit, bukan beras merah. Jadi yang dimaksud adalah beras yang masih mengandung kulit ari, sedangkan beras merah yang beredar di pasaran adalah beras dengan varietas yang berbeda, dan kebanyakan tanpa kulit ari. Itulah kenapa indeks glikemiknya tetap tinggi karena kulit arinya sudah lepas akibat proses penggilingan. Beras yang mengandung kulit arilah yang sebenarnya dianjurkan untuk dikonsumsi dengan sebutan beras pecah kulit baik beras berwarna putih maupun merah. 

Tidaklah mudah menemukan beras pecah kulit di pasar maupun toko untuk itu jika kita ingin menurunkan indeks glikemik makanan. Tetapi sederhana saja, cukup kombinasikan nasi dengan sayur dengan jumlah yang sama. Mudah-mudahan setelah membaca tulisan ini, kita makin seksama untuk berbelanja beras sebagai sumber utama makanan.