Mitos: Konsumsilah Protein Lebih Banyak Jika Anda Bekerja Secara Teratur

proteinKita tahu bahwa protein membantu tubuh memperbaiki dan membangun jaringan otot, sehingga tampak masuk akal untuk menambahkan satu sendok whey pada smoothie (di Indonesia dikenal dengan jus) dan melipat gandakan jumlah daging ayam dalam mangkuk makan setelah berolahraga. Tapi sebenarnya kita telah mendapat cukup nutrisi tanpa penambahan tersebut. Menurut Katie Cavuto, R.D., ahli gizi olahraga di Philadelphia, wanita aktif membutuhkan sekitar 1,2-1,6 gram protein per kilogram berat badan per hari. Jadi bila berat badan anda 55 kg, maka kebutuhan protein adalah 66-88 gram per hari. Menurut Vandana Sheth, R.D., seorang ahli diet berbasis di Los Angeles dan juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, konsumsi protein yang berlebih tidak menambah kegunaannya bagi tubuh. Bahkan, kalori tambahan mungkin akan disimpan sebagai lemak.

Melakukan perubahan dalam hal kapan dan bagaimana pola makan adalah lebih baik dari hanya menambah konsumsi protein yang berlebih pada saat diet. Kita cenderung untuk mendapatkan sebagian besar protein pada saat makan malam, tetapi sebenarnya membagi pemenuhan kebutuhan akan protein melalui pola makan dengan merata perhari akan lebih meningkatkan manfaat. Sebuah penelitian terbaru di Journal of Nutrition menemukan bahwa orang yang makan sekitar 30 gram protein setiap kali makan, memiliki tingkat komposisi protein otot sintesis 25 persen lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan 90 gram protein pada saat makan malam.

Menurut Sheth, otot-otot kita memiliki kapasitas maksimum daya serap protein pada sekali proses yaitu sekitar 20 sampai 30 gram protein. Sebagai gambaran porsi makan untuk memenuhi kebutuhan akan protein adalah sarapan dengan dua telur (6 gram protein masing-masing), setengah cangkir kacang merah (8 gram protein) dan 30 gram cheddar parut (7 gram), atau sendok up yogurt polos bebas lemak (17 gram di porsi 180 gram) ditambah dengan granola almond (4 gram dalam seperempat cangkir).

Sumber: Fitness Magazine