Manajemen Terpadu Bagi Diabetisi

remaja-obesitas121018cDiabetisi atau individu yang menderita diabetes sebaiknya mengikuti rangkaian program terapi dengan seksama. Jika tidak menjalankan program manajemen terpadu ini maka dapat menimbulkan gangguan fungsi bahkan kerusakan beberapa organ penting. Hal yang harus diperhatikan adalah adanya organ/jaringan yang tergantung hormon insulin yaitu: otot, hati, dan jaringan lemak tubuh. Jika pada jaringan tersebut terjadi kekurangan gula maka sel-selnya akan kelaparan.

Pada diabetisi yang terjadi adalah kadar gula darahnya tinggi tetapi tidak bisa masuk sel. Pola makan harus diperhitungkan jangan sampai kandungan energi pada makanan terlalu rendah. Sebelum ditetapkan sebagai diabetisi, pola makan biasanya makan banyak dan frekuensi makannya sering. Setelah ditetapkan sebagai diabetisi, maka sering dianjurkan untuk diet ketat yang berakibat makin sulitnya gula darah untuk memasuki sel, pada saat banyak makan saja gula darah susah masuk apalagi pada saat kurang makan.

Disamping itu harus juga memperhatikan organ / jaringan yang tidak tergantung hormon insulin, yaitu: lensa mata, dinding pembuluh darah, jaringan syaraf dan ginjal. Jika kadar gula darah terlalu tinggi atau tidak terkontrol maka gula akan menumpuk di dalam sel-sel tersebut. Hal ini akan menyebabkan terganggunya fungsi dan struktur organ-organ tersebut. Komplikasi diabetes sering terjadi pada organ-organ tersebut.

Tujuan manajemen terpadu pada diabetes adalah:
– Kadar Glukosa Darah Puasa normal/mendekati normal
– Berat badan normal (IMT 18,5-23 kg/m2)
– Memelihara kadar lemak darah yang normal
– Mengurangi/mencegah komplikasi
– Menghambat aterosklerosis
– Kontrol kadar HbA1c, merupakan gambaran kadar gula darah selama 4 bulan terakhir dari hasil laboratorium terakhir.

Dalam manajemen diabetes dikenal dengan istilah EDKO yaitu Edukasi, Diet, Kontrol Gula Darah, dan Olahraga:

  • Edukasi kepada diabetisi sangatlah penting karena manajemen diabetes dilakukan dalam jangka panjang. Sering kali diabetisi menjadi bosan, dan tidak mengikuti terapi dengan baik. Perlu dilakukan suatu motivasi berkelanjutan agar diabetisi semangat mengikuti program yang telah ditetapkan.
  • Mengatur asupan nutrisi (DIET) untuk mengantisipasi perubahan metabolik DM dengan cara mengatur perilaku makan melalui:
    – Frekuensi dan waktu perolehan makan per hari atau disebut Jadwal.
    – Komposisi bahan makanan penyusun menu yang sering dikonsumsi atau disebut Jenis.
    – Besar porsi per kali makan atau disebut Jumlah.
    – Cara makan, yang dianjurkan adalah dengan makan dengan santai dan suasana hati bahagia, tidak makan terburu-buru atau pun makan dengan cepat
  • Kontrol kadar gula darah ini juga sebaiknya dilakukan secara rutin, dengan mengikuti jadwal kontrol diabetisi dengan dokter yang biasa menanganinya.
  • Meningkatkan aktivitas fisik dan berolahraga (Olahraga yg dianjurkan Diabetes UK 2004 à olahraga santai: jalan kaki, sepeda). Caranya adalah dengan mengatur:
    – Lama dan intensitas aktivitas fisik yang biasa dilakukan sehari-hari. Lamanya 30 menit per kali aktivitas fisik dengan intensitas ringan sampai sedang.
    – Jenis dan frekuensi olahraga yang biasa dilakukan per minggu

Jenis makanan yang baik bagi diabetisi sebaiknya setiap kali makan terdiri dari 4 golongan bahan makanan di bawah ini, yaitu:

  • Sumber karbohidrat kompleks yang dipilih adalah yang memiliki bentuk seperti bentuk sebelum diolah (pilihan Diabetes, UK: nasi, kentang rebus , jagung rebus. Jika versi Indonesia boleh ditambahkan singkong dan ubi rebus), karena :
    Mengandung lebih banyak serat daripada tepung
    Lebih lama tinggal dalam lambung
    Lebih mengenyangkan
    Indeks glikemik rendah
  • Sumber protein hewani harus rendah lemak dan kolesterol seperti: putih telur, ikan, ayam tanpa kulit, dan daging rendah lemak.
  • Sumber protein nabati seperti: tempe, tahu, kacang merah segar dan kacang polong. Kombinasi protein dari kacang kedelai dan protein dari pepadian adalah sumber protein yang baik. Kacang panjang dan kacang buncis tidak masuk golongan 3 ini karena termasuk golongan sayuran (golongan 4).
  • Sayuran adalah bahan makan golongan 4, biasakan makan beragam jenis sayuran. Buah juga merupakan golongan 4, pilihlah buah yang berair banyak karena : rendah energi (<70 KkaL /100 g), tetapi kaya serat larut air, betakarotin, vit. C, E danphytochemical. Supaya serat tidak berkurang maka buah jangan dijus atau diblender.