Cara Membeli Makanan Sehat Tanpa Membaca Label Nutrisi

Pilihlah Yang bersih Pada Seluruh Bagian

healthy-food-packagingVegan? Lemak tinggi? Bebas gula? Begitu banyak klien saya mengeluh tentang betapa sulitnya untuk memenuhi kebutuhan makanan yang sehat hari ini, terutama ketika mereka hendak membeli dalam bentuk kemasan. Seringkali mereka tidak yakin dengan apa yang ditunjukkan oleh label nutrisi, dan sering terkejut ketika makanan yang ingin dibeli ternyata tidak memenuhi kandungan nutrisi yang diharapkan.

Untuk membantu tentang ini, saya menyarankan klien saya untuk mengingat 3 langkah dalam memilih dan menikmati makanan kemasan dengan baik.

1. Perhatikan dengan seksama bahan-bahan yang terkandung di dalamnya.

Menurut pendapat saya, hal yang paling penting adalah memilih makanan yang benar-benar bersih di seluruh bagian. Dengan kata lain, jika daftar bahan yang terkandung di dalamnya mirip dengan apa yang biasa anda gunakan di dapur anda, saya menganggap itu “buatan sendiri untuk anda” dan umumnya mengandung nutrisi alami. Sementara itu, makanan berkarbohidrat rendah, mengandung lebih sedikit kalori, atau mengandung serat berlebih (dimana banyak orang menyamakan hal ini dengan “sehat”) dapat mengakibatkan tubuh mengolahnya dengan berat.  Bisa saja di dalam daftar tersebut mengandung unsur aditif yang tidak diinginkan dan tidak berguna bagi tubuh. Jadi yang pertama dan terpenting, pastikan untuk memilih produk-produk makanan yang berkualitas berdasarkan bahan-bahan yang terkandung di dalamnya, tidak berdasarkan klaim oleh iklan maupun angka-angka yang tercantum.

2. Mengkategorikan makanan Anda

Setelah membeli produk makanan yang bersih dan bergizi, pahamilah jenis-jenis produk tersebut sesuai dengan kelompoknya. Misalnya brokoli sebagai kelompok sayuran, ikan salmon sebagai kelompok protein, saus guacamole sebagai lemak yang baik, dsb. Maka setelah dikelompokkan anda akan dapat memilih dan mengolahnya menjadi menu makanan yang sehat dan tepat bagi tubuh anda. Hal penting adalah walaupun makanan tersebut sangat sehat, mengkonsumsi makanan tersebut secara berlebih dapat mempengaruhi energi yang dihasilkan, mempengaruhi manajemen berat badan, mempengaruhi regulasi gula darah dan tujuan kesehatan lainnya. Sebuah contoh kasus pada saat saya diberitahu oleh klien saya bahwa ia merasa baik-baik saja dengan memakan seluruh isi kantong popcorn karena menurutnya berkalori rendah. Akan tetapi hal yang tidak ia sadari adalah dalam satu kantong isi popcorn tersebut memiliki kandungan karbohidrat dan lemak setara dengan 4 potong roti dan hampir mendekati setara dengan minyak sebanyak 4 sendok makan.

3. Sesuaikan porsi Anda

Saya tidak begitu meyakini perhitungan kandungan kalori yang tercantum dalam daftar di setiap makanan, lebih tepatnya tidak begitu memperdulikan tulisan dalam kemasan. Sebaliknya, saya fokus pada strategi pola makan sederhana berdasarkan porsi. Katakanlah anda telah membeli pasta yang sehat dengan penne yang terbuat dari beras merah atau kacang-kacangan. Jika anda seorang wanita bertubuh kecil atau seorang wanita yang sudah berumur dan tidak melakukan aktifitas apapun setelah makan malam, pasta yang harus dipertimbangkan adalah dalam porsi lebih kecil dari ukuran porsi yang tertera pada daftar menu. Begitu pula bila anda seorang muda, laki-laki dengan pekerjaan shift malam yang menuntut fisik maka kebutuhan akan beberapa porsi pasta saat makan malam adalah suatu hal yang wajar untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh untuk bekerja. Singkatnya, kebutuhan pemenuhan porsi makanan haruslah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Ada saatnya anda akan merasa kewalahan saat berbelanja, dimana harus mengingat untuk memilih bahan makanan berkualitas tinggi, produk bahan bersih, memahami apakah makanan tersebut masuk ke dalam program diet anda, dan menyesuaikan porsi makanan dengan kebutuhan tubuh anda. Jika anda mengikuti tiga langkah di atas, anda tidak perlu terjebak dalam membandingkan jumlah kalori, gram karbohidrat dan lemak, atau persentase masing-masing.

Oleh: Cynthia Sass / Health.com

Sumber: TIME